Dengarkan Mp3 Alqur'an

Download sekali klik Mp3 Al-Qur'an Murottal Syaikh Nasser Al Qatami 30 Juz secara gratis dan mudah2an besar manfaat kepada anda semua Aamiin

Terjemahan KItab Al-Hikam

TERJEMAH ALHIKAM ( بِسْمِ الله الرحمَنِ الحيمِ ) AL - HIKAM ۞ MUQODDIMAH ALHIKAM ibnu 'Atho'illah asSyakandary ra ۞

Ruqyah Al Shariah Full by Sheikh Nasser Al-Qatami

Download mp3 Ruqyah Al Shariah Full by Sheikh Nasser Al-Qatami berikut lantunan ayat2 suci, yang jika didengar dengan menyimak setiap ayat, maka insya Allah semua problem dalam hidup sedikit berkurang..

Tasbih Kaukah Alhikmah

Tasbih Kaukah Belimbing Dim 10 Harga Rp. 550.000 Bahan Asli Kayu Kokka Produk Baru

Paket Pengobatan BABUSSALAM ( Besilam )

Bismillahirrohmanirrohim Saya sebagai pengurus blog MAB ini ingin menawarkan sesuatu pengobatan alternatif baik itu penyakit medis ( kiriman teluh/santet ) maupun non medis, untuk pengobatan tingkat lanjut,

"wattaqullah wayuallikumullah" dan bertaqwa lah kepada Allah, maka Allah mengajarmu (Al baqarah 282)

Selasa, 10 Maret 2020

DO'A DZUL FAQOR


Dinukil dari kitab Syamsul ma'arif


Bismillahirrohmanirrohim
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta ar-rahmaan ar-rahiim. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta as-salaam al-mu'min. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta al-muhaimin al-aziiz. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta al-mushawwirul hakiim. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta as-samii'ul 'aliim. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta al-bashiurh shaadiq. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta 'allaamul ghuyuub. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta Khaaliqul Baari'. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta al-Qaahir. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta ar-Raaziqur Razzaaq. 
Subhaanaka antallaahu laa ilaaha illaa anta lam yalid wa lam yuulad wa lam yakun lahu kufuwan ahad. Subhaanaka fastajib lii wa najjinii minal karbi wal ghammi wa kadzaalika nunjil mu'miniina wa zakariyya wa yahyaa wa isaa idz naadaa rabbahuu rabbi laa tadzarni fardan wa anta khairul waaritsiin. 
Subhaana rabbika rabbil 'izzati 'ammaa yashifuun wa salaamun 'alal mursaliina wal hamdulillaahi rabbil 'aalamiin.


Arti nya : 
Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Pemberi Keselamatan lagi
Maha Memberi Keamanan.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Pemelihara lagi Maha Perkasa.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Pemberi Bentuk lagi Maha Bijaksana.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Melihat lagi Maha Benar.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Mengetahui yang Ghaib.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengadakan.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Memaksa.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Maha Pemberi Kerezkian.
Maha Suci Engkau, Engkau lah Allah, tiada Tuhan selain Engkau Yang Tidak Beranak dan Tidak diperanakan dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.
Maha Suci Engkau, kabulkan untuk ku dan selamatkanlah aku dari kedukaan dan kebingungan, dan demikianlah Engkau menyelamatkan orang-orang yang beriman, dan zakariyya, dan yahya, dan 'isa ketika mereka memohon kepada Tuhan nya ; Yaa Tuhan ku, janganlah Engkau tinggalkan aku sendirian bahwasanya Engkau ahli waris yang paling baik.
Maha Suci Tuhan mu, Tuhan Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.
Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.
Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Kamis, 05 Maret 2020

5 sumber pintu rezki yang disediakan leh Allah Subhanahu wa ta'ala untuk kita

Assalamun alaikum wr wb

Berikut 5 sumber utama pintu rezki yang telah disediakan Allah Subhanahu wa ta'ala.


1. Rezeki karena Usaha

Sumber rezeki manusia yang pertama terletak pada usahanya. Tentu saja hanya orang yang akan bekerja yang akan menerima upah, Allah Subhanahu wa ta'ala juga berfirman bahwa manusia akan mendapatkan sesuatu hasil bila melakukan sesuatu.

وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى

“ Dan bahwasanya seseorang manusia tidak memperoleh (apa-apa), selain apa yang telah di usahakannya” (QS. An Najm: 39)


2. Rezeki karena Bersyukur

Setelah kita mendapatkan apa yang kita usahakan, baik itu kecil atau besar kita harus mensyukurinya, karena dibalik ungkapan syukur tersebut Allah Subhanahu wa ta'ala hadirkan sumber rezeki manusia. Berterima kasih kepada Allah Subhanahu wa ta'ala maka Dia akan menambah rezeki kita.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

“Dan (ingatlah juga) tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”(QS. Ibrahim: 7)


3. Rezeki yang Telah dijamin

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat Hud ayat 6 yang berbunyi:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ إِلا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi, melainkan Allah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat peyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. Hud: 6)

Dalam ayat diatas Allah Subhanahu wa ta'ala menunjukan keagungan-Nya. Dia memelihara segala sesuatu yang diciptakan-Nya, bahkan binatang-binatang yang paling terkecil dan tersembunyi kehidupannya. Dia-lah Allah yang Maha Menciptakan dan Maha Pemelihara ciptaan-Nya. Yakini dan syukurilah bahwa Allah sudah menjamin rezeki manusia.


4. Rezeki karena Istighfar

Dalam Al Qur’an Al Karim Allah berfirman:
اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (١١

“Mohonlah ampunan (Beristighfar) kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun (10) Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu (11)”. (QS. Nuh: 10-11)

Kita telah mengetahui bahwa yang berupa rezeki tidak hanya harta melainkan segala sesuatu yang menyimpan manfaat bagi manusia, seperti yang termaktub dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa ta'ala akan memberkahi orang-orang yang senantiasa memohon ampun kepada-Nya. Salah satu yang mengganjal sulitnya rezeki datang kepada manusia adalah dosa, lewat istighfar inilah Allah Subhanahu wa ta'ala akan mengampuni setiap dosa dan menurunkan hujan sebagai rezeki yang berkah.


5. Rezeki karena Sedekah

Sumber rezeki yang ke lima adalah sedekah. Banyak kita jumpai dalam firman ataupun hadits Rasulullah tentang keutamaan sedekah, yang salah satunya adalah melipat gandakan rezeki, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala berikut:

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjamanan yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. (QS. Al Baqarah: 245)

Barangsiapa yang menyimpan rezekinya di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala, seperti bersedekah, berinfak, membantu orang lain, mengajari ilmu kepda orang yang bodoh dan sebagainya. Sesungguhnya Allah akan melipatgandakan rezeki tersebut dengan berkali-kali lipat.

Selasa, 24 Desember 2019

Keutamaan Menolong Agama Allah

Bismillahirrohmanirrohim

Tadabbur Ayat Pilihan


Allah azza wajalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ (٧) وَالَّذِينَ كَفَرُوا فَتَعْسًا لَهُمْ وَأَضَلَّ أَعْمَالَهُمْ (٨) ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ (٩)

Hai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian. Adapun orang-orang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (al-Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. Muhammad: 7-9)

Faidah:

Firman Allah azza wajalla “Yaa Ayyuhalladziina aamanu (wahai orang-orang yang beriman)” menunjukkan bahwa seruan/perintah yang Allah sebutkan dalam ayat ini ditujukan kepada seluruh kaum muslimin yang mengaku beriman kepada Allah ta’ala. Ayat ini menjelaskan bahwa amanah dakwah dan memperjuangkan islam tidak hanya menjadi tugas orang-orang tertentu seperti para dai, kiyai ataupun para ustadz. Dakwah dan memperjuangkan islam ini adalah amanah dan tugas seluruh kaum mu’minin.

Yang menunjukkan hal itu adalah lafazh ayat yang khitabnya dalam bentuk umum kepada seluruh kaum mu’minin. Pada ayat ini, Allah tidak menggunakan lafazh “Yaa ayyuha ad-Dua’at (wahai para dai)”, atau “Yaa Ayyuha al-Asaatiidz (wahai para ustadz)”, atau “Yaa ayyuha al-Masyaikh (wahai para kiyai)”, justru Allah menggunakan lafazh “Yaa ayyuhalladziina aamanuu (wahai sekalian orang-orang yang beriman)” yang menunjukan keumuman untuk seluruh kaum mu’minin. Lafazh ayat yang menyebutkan seruan dakwah ini sama dengan lafazh ayat yang menyebutkan wajibnya puasa, dimana khitab ayatnya juga ditujukan kepada seluruh kaum mu’minin. Allah azza wajalla berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Oleh karena itu, setiap muslim yang mengetahui kebenaran harus mendakawahkan kebenaran yang diketahuinya itu, tanpa harus menunggu ia menjadi seorang ustadz atau kiyai. Sebab menyembunyikan kebenaran adalah sesuatu yang terlaknat.

Allah azza wajalla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنْزَلْنَا مِنَ الْبَيِّنَاتِ وَالْهُدَى مِنْ بَعْدِ مَا بَيَّنَّاهُ لِلنَّاسِ فِي الْكِتَابِ أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ اللَّهُ وَيَلْعَنُهُمُ اللاعِنُونَ (١٥٩)

“Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan yang jelas dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam al-Kitab, mereka itu dilaknat Allah dan dilaknat pula oleh semua mahluk yang dapat melaknat.” (QS. Al-Baqarah: 159)

Oleh karena itu pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kepada kita untuk selalu menyampaikan kepada orang lain, apa yang kita ketahui darinya shallallahu ‘alaihi wasallami walau hanya satu ayat.

Firman Allah azza wajalla “intansurullah (jika kalian menolong agama Allah)”kalimat ini menunjukkan beberapa hal:

Allah tidak memaksa kita untuk ikut bergabung dalam barisan orang-orang yang mendakwahkan atau memperjuangkan agama-Nya. Hal ini menunjukan pula bahwa islam akan tetap menang walau tanpa keberadaan kita dalam barisan perjungan ini. Hanya saja, Allah memberikan pilihan, apakah kita ingin menjadi bagian dari orang-orang yang memiliki andil dalam kemenangan islam, atau kita memilih diam tanpa bergabung dalam barisan perjuangan tersebut, sehingga islam meninggalkan kita dengan kemenangannya, sedangkan kita terpuruk dalam kehinaan, waliyadzu billah.

Sebab jika kita tidak bergabung dengan barisan perjuangan dakwah, Allah akan mendatangkan kaum yang Allah cintai mereka dan mereka mencintai Allah. Mereka adalah orang-orang yang jujur dan berani berjuang dan berjihad untuk agama Allah, serta tidak takut dengan celaan manusia. merekalah generasi 554.

Jalan dakwah ini bukanlah jalan yang mudah, akan selalu ada orang-orang yang berupaya untuk menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan berupaya memalingkan mereka agar terjerembab dalam kesesatan. Ini merupakan sunnatullah dalam perjuangan, agar dapat diketahui siapa yang betul-betul ikhlas dalam memperjuangkan agama ini.

Allah azza wajalla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi manusia dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi penyesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,”

Firman Allah “Yanshurukum wayustabbit aqdaamakum (Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian)” ini merupakan janji Allah bagi orang-orang yang memperjuangan agama-Nya. Hal ini juga sebagai keutamaan bagi mereka, dimana Allah azza wajalla Sang Pemilik Kekuasaan yang akan menjadi penolong dalam urusan-urusan mereka, mencukupkan kebutuhan-kebutuhan mereka, memenuhi hajat-hajat mereka, memberikan jalan keluar dari segala kesusahan yang mereka hadapi, dan menjadikan mereka sebagai manusia yang paling tenang jiwanya, suci hatinya dan kuat imannya. Serta yang paling besar dari semua keutamaan itu adalah Allah menyelamatkan mereka dari jurang kebinasaan dan siksa api neraka Allah azza wajalla yang menyala-nyala. Semua itu merupakan bagian dari bentuk meneguhkan kedudukan yang telah Allah janjikan. Dan Allah lah Rabb yang tidak pernah menyelisihi janji-Nya.


oleh Abu Ukasyah Wahyu al-Munawy

Sabtu, 04 Mei 2019

Kisah Guru dan Murid dalam Kitab Futuhat Al-makiyah

Terkutip dari Ibn Al-Rabi' dalam Futuhat Al-Makiyah,ada seorang pemuda menemui gurunya.

"Wahai Guru,semalaman aku mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sholat malamku".

"Bagus nak.dan nanti malam tolong hadirkan bayangan diriku dihadapanmu saat kau baca Al-Quran itu.Rasakanlah seolah-olah aku sedang menyimak apa yang engkau baca"

Esok harinya sang murid berkata,"Ya Ustadz,semalam aku hanya sanggup menyelesaikan separuh dari Al-Qur'an itu".

Sang Gurupun mengatakan,"Engkau sungguh telah berbuat baik. Nanti malam lakukan lagi dan kali ini hadirkanlah wajah para sahabat Nabi yang telah mendengar Al-Qur'an itu langsung dari Rasulullah. Bayangkan baik-baik,bahwa mereka sedang mendengarkan dan memeriksa bacaanmu"

"Guru,aku hanya sanggup melafalkan sepertiga Al-Qur'an saja"

Sang guru mengelus kepalanya seraya berkata,"Alhamdulillah engkau telah berbuat baik. Nanti malam bacalah Al-Qur'an dengan lebih baik lagi. Sebab yang akan hadir di depanmu untuk menyimak adalah Rasulullah sendiri"

"Bagaimana sholatmu semalam?",tanya sang Guru sehabis sholat Shubuh.Dengan menundukkan kepalanya sang pemudapun menjawab,"Aku hanya mampu membaca 1 juz Al-Qur'an,itupun dengan susah payah".

"Teruskan kebaikan itu,nak. Dan nanti malam aku minta hadirkan Allah SWT di hadapanmu. Sungguh selama inipun sebenarnya Allahlah yang mendengarkan bacaanmu.Dia yang telah menurunkan Al-Qur'an.Dia selalu hadir di dekatmu. Jika kau merasa tak pernah melihatNya,Dia pasti melihatmu.Ingat baik-baik! Hadirkan Allah,karena Dia Maha Mendengar dan Maha Menjawab apa yang kau baca"

Keesokan harinya sang pemuda jatuh sakit. Sang gurupun datang menjenguknya,"Ada apa denganmu?"Sang pemuda berlinang air mata seraya berkata,"Demi Allah,semalam aku tak mampu menyelesaikan bacaanku.Cuma Al-Fatihah pun tak sanggup aku menyelesaikan.
Aku merasa sedang berdusta. Di mulut aku ucapkan 'KepadaMu ya Allah aku menyembah" Tapi jauh di dalam hatiku aku sering memperhatikan selain Dia. Ayat itu tak mau keluar dari lisanku. Aku menangis dan tetap saja tak mampu menyelesaikannya"

Sang Guru pun berkata,"Nak ...ajarkan padaku apa yang telah kau peroleh.Sebab meski aku membimbingmu di jalan itu, aku sendiri belum pernah sampai pada puncak pemahaman yang engkau dapat hari ini"

Sabtu, 21 Juli 2018

AUROD MIN KITAB KHOZINATUL ASROR

AUROD MIN KITAB KHOZINATUL ASROR/ Rahasia dari kitab khozinatul asror

Di sebutkan dalam kitab “KHOZINATUL ASROR” halaman 188.bahwa ada suatu wirid yg berfaidah untuk menghasilkan keinginan,mendatangkan hajat,menolak bencana,mengalahkan musuh dan meninggikan derajat.wirid ini telah di sepakati oleh sayyid ja’far shadiq,abu yazid al busthami,abu hasan al hirqani dan imam-imam yg lainnya.tentang faidah yg agung dan rahasianya yg mentakjubkan untuk mendatangkan hajat.mereka telah mengamalkannya dan terbukti kemujarabannya.wiridnya adalah :

1.ISTIGHFAR (100 x)
2.AL FATIHAH (7 x)
3.SHALAWAT (100 x)
4.ALAM NASYROH (79 x)
5.AL IKHLAS (1001 x)
6.AL FATIHAH (7 x)
7.SHALAWAT (100 x)

Kemudian memohon kepada ALLAH.SWT.apa hajatnya dan kebutuhan yg di perlukan,maka dengan izin ALLAH TA’ALA hajatnya di kabulkan,tidak lebih dari 4 hari.dan kalau wirid ini di lakukan setiap hari secara rutin hingga 7 hari,maka lebih mujarrab.