Dengarkan Mp3 Alqur'an

Download sekali klik Mp3 Al-Qur'an Murottal Syaikh Nasser Al Qatami 30 Juz secara gratis dan mudah2an besar manfaat kepada anda semua Aamiin

Terjemahan KItab Al-Hikam

TERJEMAH ALHIKAM ( بِسْمِ الله الرحمَنِ الحيمِ ) AL - HIKAM ۞ MUQODDIMAH ALHIKAM ibnu 'Atho'illah asSyakandary ra ۞

Ruqyah Al Shariah Full by Sheikh Nasser Al-Qatami

Download mp3 Ruqyah Al Shariah Full by Sheikh Nasser Al-Qatami berikut lantunan ayat2 suci, yang jika didengar dengan menyimak setiap ayat, maka insya Allah semua problem dalam hidup sedikit berkurang..

Tasbih Kaukah Alhikmah

Tasbih Kaukah Belimbing Dim 10 Harga Rp. 550.000 Bahan Asli Kayu Kokka Produk Baru

Paket Pengobatan BABUSSALAM ( Besilam )

Bismillahirrohmanirrohim Saya sebagai pengurus blog MAB ini ingin menawarkan sesuatu pengobatan alternatif baik itu penyakit medis ( kiriman teluh/santet ) maupun non medis, untuk pengobatan tingkat lanjut,

"wattaqullah wayuallikumullah" dan bertaqwa lah kepada Allah, maka Allah mengajarmu (Al baqarah 282)

Minggu, 08 Juli 2018

Wirdul Fikriyah

Wirdul Fikriyah : wirid dan dzikir menuju petunjuk Allah SWT



Shalat hajat atau tahajud,
Istighfar 100x
Tasbih 3 dimensi :
Subhanallahi wabihamdihi subhanallahil 'adzhim 33x
Subhanallah walhamdulillah wala ilaahaillallah wallahu akhbar 33x
Subhanallah Laa haulawala quwatta ila billah 33x
Subhanallahi rabbul 'arsyil 'adzhim 1x
Do'a sayyidul istighfar 1x

Tawasul
Ila hadroti sayyidina wal maulana muhammad saw wa'ala 'alihi Attibba'ail ajma'in alfaetah 3x
Tsumaaa ilaa hadlroti abu bakar bin siddiq wa umar bin khottob wa utsman bin affan wa ali bin abi thalib rhadiallahu 'anhu syaiulillahi lahumul fateha 3x
Kushushon ila hadlroti malaikat jibril wa malaikat mik'ail, wa malaikat isrofil wal malaikatul maut 'alahissalam syailullahi lahumul fateha 1x

Baca 7 pembuka
Do'a nabi abi Adam wa umi Hawa 3x
Do'a nabi musa untuk meminta ilmu ditambahkan Allah SWT 3x
Do'a nabi Muhammad SAW untuk keselamatan dunia wal akherat 3x

Berdo'a dengan Asma sirrul ghaib 7x
Yaa Allah Yaa Sami'ul Bashir 33x
Yaa Allah Yaa Lathiful Khobir 33x
Yaa 'alimul ghoib wassyahadah 33x
Yaa Allah Yaa Hayyu Yaa Qayyum,  Antal hannan wal mannan yaa dzal jalali wal ikram 1x lalu disambung
Yaa Allah Yaa Hannan Yaa Mannan 100x

Dilanjutkan berdo'a

 Allahumma As 'aluka Yaa Hayyu Yaa Qayyum, antal hannan wal mannan, Yaa Dzal Jalalli wal ikram, jadikan lah hamba begini ( orang yang soleh ) dan  begini ( juga orang yang berilmu )

Do'a nya bisa dirubah sekehendak hati namun jg adab nya,

Jadikan lah hamba,
begini ( niatkan kemata dzhair dapat melihat bangsa jin )
Dan begini ( dan juga sampaikan maksud nya untuk juga dapat melihat malaikat )

Lalu wirid kan
Shalawat Munjiyat 100x
Shalawat Fatih 100x
Shalawat shirrul ghuyub 100x
shalawat jibril 100x

Ayat 14 Almuk 100x

Dan dzikirkan dzikir nafi itsbat wa ismu dzat seperti yg saya arah kan sebelum nya insya Allah

Tutup : sadaqallahul 'adzhim

Rabu, 04 Juli 2018

Ijazahan Amalan Keselamatan

Ijazahan amalan keselamatan

bismillahirrohmanirrohim..
berikut saya ijazahkan amalan keselamatan ketika berpergian baik berjalan kaki maupun berkendaraan.
awal membaca ayatul qurasy ketika keluar rumah lalu dzikirkan tanpa putus tasbih berikut didalam hati " Subhanallahil 'adzhim Astaghfirullah ", sebanyak2 nya didalam perjalanan.. insya Allah perjalanan kamu akan aman senantiasa dijaga Allah SWT..
bonus amalan makhrifat semula jadi : amalan ini khusus untuk menghentikan atau terhindar dari kejahatan/ kecelakaan, baik itu kecelakaan yg akan menimpa diri kita atau pun kecelakaan yg akan terjadi pd orang lain yg berada disekitar kita :

tata cara nya ketika terjadi nya kecelakaan atau perbuataan jahat yg hendak terjadi maka ucapkan lah dengan bersuara jelas yaitu : " Masya Allah.. Masya Allah.. Masya Allah.. " sambil berserah diri kepada pertolongan Allah SWT dan kebenaran Alqur'an Nya dengan mengingat terjemahan/ makna pada ayat 39 dari surah Al Kahfi.. 
sebelum itu untuk mendapatkan ilmul yakin dalam makhrifat nya kita harus mengaji dan mengkaji surah Al kahfi yg terutama pada ayat 32-45
maka Bi'idznillah, Truk sekalian pun akan terhenti seketika jika hendak menabrak mu atau orang lain dihadapan kita..

Kamis, 31 Mei 2018

4 AMALAN YANG DI INGINKAN MAYYIT


Bismillahirrahmanirrahim

Salamun 'alaikum akhi fiillah rahimakumullah fii majelis alamul bashiroh..
Shalawat dan salam tercurahkan kepada Baginda sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wassalam dan semoga kita semua mendapatkan syafa'at nya kelak diakhirul Kalam Aamiin.. 

Sebagaimana Kita yang masih hidup di dunia ini, maka mari kita manfaatkan sebaik-baiknya dunia sebagai ladang akhirat.
Sungguh sangatlah banyak ayat al Qur an yang menjelaskan tentang orang orang yang menyesal setelah meninggal. Mereka yang menyesal itu minta dikembalikan ke dunia. Kenapa? Yaitu karena setelah meninggal baru mereka yakin bahwa apa yang mereka lalaikan dahulu di dunia sangatlah buruk akibatnya. Untuk apa minta dikembalikan ke dunia? Yaitu untuk menebus kelalaian mereka dahulu dalam beramal.

“Hingga apabila telah datang kematian kepada seorang dari mereka, dia berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih terhadap yang telah aku tinggalkan.” (QS. Al Mukminun: 99-100)
“Yaa Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (kedunia) niscaya kami akan mengerjakan amal shalih. Sungguh kami adalah orang orang yang yakin.”  (QS. As Sajdah: 12)

Diantara amalan yang diinginkan orang orang yang telah meninggal dan menyesal tersebut, dijelaskan Allah dan Rasul-Nya sebagai berikut :

1. Agar Bisa Bersedekah.
Orang orang yang telah meninggal berharap kematiannya ditangguhkan walau sesaat, karena ingin membelanjakan  harta yang dia tinggalkan di dunia untuk disedekahkan. Padahal waktu masih berada di dunia dia tidaklah termasuk orang yang suka bersedekah.
Allah menjelaskan tentang angan angan  mereka itu sebagaimana firman-Nya : “Maka dia berkata (menyesali) Ya Rabbku sekiranya Engkau berkenan menunda (kematian) ku sedikit waktu lagi maka aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang orang yang shalih.”   (QS al Munafiqun : 10)
Setelah meninggal, mereka baru yakin bahwa sedekah akan memadamkan murka Allah.  Rasulullah bersabda: “Sedekah secara diam diam akan memadamkan murka Allah”  (HR. ath Thabrani)
Dan mereka baru yakin dan paham makna  firman Allah dalam surat al Baqarah ayat 261 : “Perumpamaan orang orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setip tangkai ada seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas, Maha mengetahui.”
Kenapa dia tidak mengatakan,
“Maka aku dapat melaksanakan umroh” atau
“Maka aku dapat melakukan sholat atau puasa” dll?
Berkata para ulama, Tidaklah seorang mayit menyebutkan “sedekah” kecuali karena dia melihat besarnya pahala dan imbas baiknya setelah dia meninggal. Apalagi harta yang disedekahkan di jalan Allah akan dinilai sebagai pahala jariyah yang akan terus mengalir walaupun sudah mati. Dan orang yang mati akan bisa melihat pahala yang ia peroleh dari sedekah jariyahnya. Sehingga ia menyesal kenapa dulu ia sangat sedikit sekali bersedekah jariyah sehingga pahala yang diperolehnya pun sedikit.
Dan, bersedekah-lah atas nama orang-orang yang sudah meninggal diantara kalian, karena sesungguhnya mereka sangat berharap kembali ke dunia untuk bisa bersedekah dan beramal shalih, maka wujudkanlah harapan mereka.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ada seseorang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian dia mengatakan,
“Wahai Rasulullah, sesungguhnya Ibuku tiba-tiba saja meninggal dunia dan tidak sempat menyampaikan wasiat padaku. Seandainya dia ingin menyampaikan wasiat, pasti dia akan mewasiatkan agar bersedekah untuknya. Apakah Ibuku akan mendapat pahala jika aku bersedekah untuknya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya”. (HR. Bukhari & Muslim)

2. Agar Bisa Shalat Dua Rakaat.
Orang orang yang melalaikan shalat dan membawa dosa kealam kuburnya maka dia berangan angan agar bisa kembali kedunia untuk  melaksanakan shalat meskipun hanya dua rakaat.
Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah pernah melalui sebuah kuburan dan bertanya : Kuburan siapa ini ? Kata para sahabat : Ini kuburan si Fulan, maka beliau bersabda : “Shalat dua rakaat lebih ia sukai dari apa yang tersisa dari dunia kalian.”  (H.R ath Thabrani)
Dalam riwayat lain disebutkan : “Dua rakaat ringan yang kalian remehkan dan kalian anggap sunnah, yang dapat menambah amal orang ini, lebih dia cintai dari apa yang tersisa dari dunia kalian.”  (H.R Ibnul Mubarak, dishahihkan Syaikh al Albani)
Sungguh penghuni kubur itu telah menyaksikan dalam kuburnya betapa besar pahala yang Allah sediakan bagi mereka yang melakukan shalat. Rasulullah bersabda : “Shalat adalah ibadah terbaik yang diperintahkan. Maka barangsiapa mampu memperbanyak shalat hendaklah ia memperbanyaknya.”   (HR. ath Thabrani)

3. Orang yang Mati Syahid di Jalan Allah
Dari Anas bin Malik radliallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda: “Tidak seorangpun yang masuk surga namun dia suka untuk kembali ke dunia padahal dia hanya mempunyai sedikit harta di bumi, kecuali orang yang mati syahid. Dia berangan-angan untuk kembali ke dunia kemudian berperang lalu terbunuh hingga sepuluh kali karena dia melihat keistimewaan karamah (mati syahid).”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yg mati syahid mendapatkan enam hal di sisi Allah: Diampuni dosa-dosanya sejak pertama kali darahnya mengalir, diperlihatkan kedudukannya di surga, diselamatkan dari siksa kubur, dibebaskan dari ketakutan yg besar, dihiasi dgn perhiasan iman, dikawinkan dgn bidadari & dapat memberikan syafaat kepada tujuh puluh orang kerabatnya.” (HR. Ibnu Majah)
Salah satu sebab orang yang mati syahid ingin kembali ke dunia supaya mati syahid lagi adalah karena ia tidak merasakan sakit saat nyawanya dicabut. Sebagaimana dalam hadits Rasulullah, “Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (kesakitan) pembunuhan kecuali sebagaimana seorang diantara kalian merasakan (sakitnya) cubitan.” (HR. Ahmad)

4. Agar Bisa Lebih Banyak Beramal Shalih
Mereka meminta agar dikembalikan ke dunia supaya bisa melakukan amal shaleh. Amal shaleh, cakupannya sangat luas, seperti mengerjakan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan lainnya. Juga mengurangi perbuatan maksiat yang hanya menumpuk dosa di akhirat.
Permintaan mereka itu sebagaimana Firman Allah Azza wa Jalla di atas (as-Sajdah/32:12), dan ayat-ayat yang lainnya, seperti firman Allah :
وَأَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ
Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) adzab datang kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zhalim, “Ya Rabb kami, kembalikanlah kami meskipun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan-Mu dan mengikuti rasul-rasul”. (QS. Ibrahim: 44)
Dalam ayat yang lain, Allah Azza wa Jalla juga berfirman; Dan mereka berteriak didalam neraka itu, “Ya Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan melakukan amal saleh berbeda dengan yang telah kami kerjakan” (QS. Fathir: 37)
Dan masih banyak ayat yang lainnya yang menunjukkan permintaan mereka untuk dikembalikan ke dunia agar mereka bisa beramal shaleh. Jadi intinya adalah bahwa puncak angan angan orang orang yang berdosa adalah berharap umurnya diperpanjang agar ia bisa menambah amal baiknya dan mengejar apa yang telah dia lalaikan dahulu waktu masih berada di dunia.
Inilah sebagian penyesalan manusia di alam kubur. Lalu bagaimana dengan kita yang belum sampai kealam kubur dan masih berada di dunia. Tentu sangatlah baik jika kita tidak lalai terhadap amal amal yang telah disyariat agar tidak rugi dan menyesal nanti. 
Insya Allah semoga bermanfaat bagi kita semua dan menjadi motivasi untuk mengejar berbuat amal dan kebaikan sehingga syafa'at Rasulullah ada bersama kita miliki Aamiin. Wallahu A’lam.

Kamis, 26 April 2018

Dzikir menurut al-Qur’an dan as-Sunnah

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Dzikir menurut al-Qur’an dan as-Sunnah

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلاَ تــَـعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” [QS. Al-Kahfi: 28]


Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan sbb ditafsirnya :

وقوله "واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغداة والعشي يريدون وجهه" أي اجلس مع الذين يذكرون الله ويهللونه ويحمدونه ويسبحونه ويكبرونه ويسألونه بكرة وعشيًا من عباد الله سواء كانوا فقراء أو أغنياء أو أقوياء أو ضعفاء يقال إنها نزلت في أشراف قريش حين طلبوا من النبي صلى الله عليه وسلم أن يجلس معهم وحده ولا يجالسهم بضعفاء أصحابه كبلال وعمار وصهيب وخباب وابن مسعود وليفرد أولئك بمجلس على حدة فنهاه الله عن ذلك

Firman Alloh: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridaan-Nya” yakni duduk bersama org yg berdzikir, bertahlil, bertahmid bertasbih, bertakbir dan bermohon kpd Alloh di waktu pagi dan sore dari hamba Alloh baik yg fakir atau kaya, yg kuat atau yg lemah. Dikatakan sesungguhnya ayat ini turun berkenaan dgn pembesar2 Quraisy yg menghendaki agar Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam duduk bersama mereka saja dan tdk duduk bersama mereka org2 yg lemah dari para sahabat seperti Bilal bin Rabah, Ammar bin Yasir, Suhaib, Khabbab dan Ibnu Mas’ud. Dan agar supaya mereka dibuatkan majlis khusus [tdk bercampur dgn mereka pembesar Quraisy-pent], maka Alloh melarang perbuatan itu.

وأخرج ابن جرير والطبراني وابن مردويه، عن عبد الرحمن بن سهل بن حنيف قال: نزلت على رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو في بعض أبياته {واصبر نفسك مع الذين يدعون ربهم بالغداة والعشي} فخرج يلتمسهم فوجد قوما يذكرون الله، فيهم ثائر الرأس وجاف الجلد وذو الثوب الواحد، فلما رآهم جلس معهم وقال: "الحمد لله الذي جعل في أمتي من أمري أن أصبر نفسي معهم".
وأخرج البزار عن بي هريرة وأبي سعيد قالا: جاء رسول الله صلى الله عليه وسلم رجل يقرأ سورة الحجر وسورة الكهف، فسكت فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "هذا المجلس الذي أمرت أن أصبر نفسي معهم".

Dari ‘Abd al-Rahman bin Sahl bin Hanif, ia berkata: Pada suatu saat, ketika Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam berada di salah satu rumahnya, turunlah ayat kepada beliau, yang ertinya: “Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keredhaan-Nya.” (Surah al-Kahfi: 28), Maka setelah menerima wahyu itu, Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam keluar untuk mencari orang-orang yang dimaksudkan dalam ayat tersebut. Kemudian beliau menjumpai sekelompok orang yang sedang sibuk berzikir. Di anatara mereka ada yang rambutnya tidak teratur dan kulitnya kering, dan ada yang hanya memakai sehelai kain. Ketika Rasulullah s.a.w. melihat mereka, beliau pun duduk bersama mereka dan bersabda, yang artinya: “Segala puji bagi Allah, yang telah menciptakan di antara umatku orang-orang yang mernyebabkan aku diperintahkan duduk bersama mereka.” (HR. Thabrani, Ibn Jarir dan Ibn Mardawaih)
Dari Abu Hurairah ra. dan Abi Sa’id ra. berkata, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam datang disaat seorang laki-laki membaca surat Al-Hijr dan Al-Kahfi. Maka Rosululloh terdiam lalu bersabda, “Inilah majelis yg aku diperintahkan agar bersabar berkumpul bersama mereka [majelis dzikir-pent].” [HR. Al-Bazzar]

- (2675) حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ - وَاللَّفْظُ لِقُتَيْبَةَ - قَالَا: حَدَّثَنَا جَرِيرٌ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَقُولُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: «أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي، وَأَنَا مَعَهُ حِينَ يَذْكُرُنِي، إِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي، وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلَإٍ، ذَكَرْتُهُ فِي مَلَإٍ هُمْ خَيْرٌ مِنْهُمْ، وَإِنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ بَاعًا، وَإِنْ أَتَانِي يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً» [روه مسلم]

.........Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Allah Taala berfirman: Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jema’ah manusia, maka Aku pun akan mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan apabila dia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari. (HR. Muslim (2675/4832)

Dalam sahih Bukhari dan Muslim disebutkan pada Bab Dzikir setelah shalat, dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata
أَنَّ رَفْعَ الصَّوْتِ بِالذِّكْرِ حِينَ يَنْصَرِفُ النَّاسُ مِنْ الْمَكْتُوبَةِ كَانَ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ كُنْتُ أَعْلَمُ إِذَا انْصَرَفُوا بِذَلِكَ إِذَا سَمِعْتُهُ

“Sesungguhnya mengeraskan suara dzikir ketika orang-orang usai melaksanakan shalat wajib merupakan kebiasaan yang berlaku pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” Ibnu Abbas menambahkan, ‘Aku mengetahui mereka selesai shalat dengan itu, apabila aku mendengarnya.”

وعن أبي هريرة قال قَالَ رَسُوْل اللهِ صَلًَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمََ: إن لله ملائكة يطوفون في الطرق يلتمسون أهل الذكر فإذا وجدوا قوما يذكرون الله عز وجل تنادوا هلموا إلى حاجتكم قال فيحفونهم بأجنحتهم إلى السماء الدنيا قال فيسألهم ربهم وهو أعلم منهم ما يقول عبادي قال يقولون يسبحونك ويكبرونك ويحمدونك ويمجدونك قال فيقول عز وجل هل رأوني قال فيقولون لا والله ما رأوك قال فيقول كيف لو رأوني قال يقولون لو رأوك كانوا أشد لك عبادة وأشد لك تمجيدا وأكثر لك تسبيحا قال فيقول فما يسألوني قال يسألونك الجنة قال يقول وهل رأوها قال فيقولون لا والله يا رب ما رأوها قال يقول فكيف لو رأوها قال يقولون كانوا أشد عليها حرصا وأشد لها طلبا وأعظم فيها رغبة قال فمم يتعوذون قال يقولون من النار قال يقول وهل رأوها قال فيقولون لا والله يا رب ما رأوها قال يقول فكيف لو رأوها قال يقولون كانوا أشد منها فرارا وأشد لها مخافة قال فيقول فأشهدكم أني قد غفرت لهم قال يقول ملك من الملائكة فيهم فلان ليس منهم إنما جاء لحاجة قال فيقول الله تعالى هم الجلساء لا يشقى زبهم جليسهم. [رواه البخاري ومسلم والترمذي]

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah mempunyai malaikat yang berterbangan di seluruh pelusuk bumi untuk mencari dan menulis amal baik manusia. Apabila mereka menjumpai sekumpulan manusia berzikir kepada Allah lalu mereka menyeru sesama mereka: “Marilah ke sini, kita telah menemui apa yang kita cari.” Lantas mereka datang berduyun-duyun sambil menghamparkan sayap menaungi orang-orang yang sedang berdzikir itu.
Selepas itu lalu Allah bertanya kepada para malaikat, “Apakah yang sedang dilakukan hamba-hamba-Ku itu ketika kamu meninggalkan mereka?” Malaikat menjawab, “Mereka di dalam keadaan memuji, mengagungkan dan bertasbih kepada-Mu wahai Allah.” Allah bertanya lagi, “Adakah mereka itu pernah melihat-Ku?” Jawab malaikat, “Tidak pernah!” Allah terus bertanya, “Bagaimana sekiranya mereka melihatKu?” Jawab malaikat, “Jika mereka melihat-Mu, nescaya akan bersangatanlah mereka mengagungkan, bertasbih dan bertahmid kepada-Mu ya Allah.”
Allah bertanya lagi, “Mereka memohon perlindungan-Ku daripada apa?” Malaikat menjawab, “Daripada neraka.” Allah bertanya, “Adakah mereka pernah melihat neraka?” Jawab malaikat, “Tidak pernah!” Allah bertanya, “Bagaimana sekiranya mereka dapat melihat neraka?” Malaikat menjawab, “Mereka akan lari sejauh-jauhnya dari neraka kerana ketakutan.” Allah bertanya, “Apakah permintaan mereka?” Malaikat menjawab, “Mereka meminta daripadaMu syurga.” Allah bertanya, “Adakah mereka pernah melihat syurga?” Jawab malaikat, “Tidak pernah.” Allah bertanya, “Bagaimana sekiranya mereka dapat melihat syurga?” Malaikat menjawab, “Mereka sangat haloba untuk memperolehinya,” Lalu Allah berkata, “Sesungguhnya aku bersaksi, bahawa aku telah mengampunkan mereka.”
Para malaikat bertanya pula, “Wahai Allah! Seseorang telah datang ke dalam kumpulan ini dan dia tidak bercita-cita untuk menjadi sebahagian daripada mereka.” Allah menjawab, “Mereka ini adalah segolongan manusia yang tidak menyakiti orang yang menyertai mereka.” (HR. Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

- (3375) - - حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ قَيْسٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ، أَنَّ رَجُلًا قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلَامِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَيَّ، فَأَخْبِرْنِي بِشَيْءٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ، قَالَ: «لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ» : «هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الوَجْهِ» [روه الترمذى] [حكم الألباني] : صحيح

......Dari Abdulloh bin Yasar ra. Sesungguhnya seorang lelaki berkata: Ya Rosulalloh, sesungguhnya syaria’at islam sungguh sangatlah banyak menurutku, maka kabarkanlah kepadaku sesuatu yg simpel. Rosul bersabda, “Basahilah selalu lisanmu dgn berdzikir kpd Alloh.” [HR. Tirmidzhi hadits hasan ghorib yg dishohihkan Al-Bani]

) -3378 (- حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ الأَغَرِّ أَبِي مُسْلِمٍ، أَنَّهُ شَهِدَ عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ، وَأَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ، أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ: «مَا مِنْ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا حَفَّتْ بِهِمُ المَلَائِكَةُ، وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ» . حَدَّثَنَا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ قَالَ: حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، قَالَ: سَمِعْتُ الأَغَرَّ أَبَا مُسْلِمٍ، قَالَ: أَشْهَدُ عَلَى أَبِي سَعِيدٍ، وَأَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّهُمَا شَهِدَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ. هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ [روه الترمذى] [حكم الألباني] : صحيح

.......Dari Abu Hurairah ra dan Abu Sa’id Al-Khudzri ra. Sesungguhnya keduanya bersaksi atas sabda Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam, sesungguhnya beliau bersabda, “Tidaklah duduk sekelompok org yg berdzikir kpd Alloh kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat, dianegerahi rohmat. Diberikan ketenteraman serta senantiasa diingat [diperhatikan dan dibanggakan-pent] oleh Alloh dihadapan para malaikat-Nya.”............. [HR. Muslim dan Tirmidzi hadits hasan shohih dan dishohihkan Al-Bani]

Kamis, 18 Januari 2018

Nasehat Untuk Mu

Abdullah bin Aizar berkata, “Anak Adam mempunyai dua rumah hunian; Rumah hunian yang berada di atas bumi dan rumah hunian yang berada di bawah bumi. Mereka berusaha mempercantik dan memperindh hunian yang berada di atas bumi, mereka membuat pintu-pintu menghadap sebelah kiri, pintu-pintu menghadap sebelah kanan, dan mereka berusaha membuat penghangat untuk musim dingin dan membuat pendingin (AC) untuk musim panas. Kemudian berusaha membuat rumah hunian yang berada dibawah bumi, ternyata malah merusaknya. Lalu ada yang datang berkata, “Sudahkah kamu berpikir? Rumah yang berada dia atas bumi sementara kamu bangun dengan megah. Berapa lama kamu tinggal di dalamnya? Dia menjawab, “Tidak tahu secara persis.” Dan sedangkan rumah hunian yang berada di bawah bumi kamu rusak, berapa lama kamu akan tinggal di tempat itu? Dia menjawab, “Aku akan tinggal di tempat itu hingga hari Kiamat. Maka orang tersebut berkata kepadanya, “Bagaiamana kamu bisa merasa tidak bersalah dengan tindakanmu itu, sementara kamu seorang hamba yang berakal sehat?”



بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”


Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS Al-Hadid[57]20)


Bermegah-megahan telah melalaikan kamu sampai kamu masuk ke dalam kubur. (QS At-Takatsur1-2)


Perumpamaan kehidupan dunia ini laksana air yang Kami turunkan dari langit, lalu dengan air itu Allah menumbuhkan tumbuh-tumbuhan di bumi dengan subur. Tumbuh-tumbuhan itu menjadi makanan manusia dan ternak. Ketika bumi menjadi subur dan tampak indah, penanamnya mengira bahwa mereka itu mampu menguasai hasil panennya. Akan tetapi tiba-tiba pada malam harinya atau siang harinya datang adzab Kami. Kami jadikan tumbuh-tumbuhan itu musnah karena bencana. Tumbuh-tumbuhan itu seolah-olah tidak pernah ada sebelumnya. Demikianlah Kami jelaskan bukti-bukti kekuasaan Kami dengan rinci dalam Al-Qur’an kepada kaum yang mau berpikir. (Yunus 24)


Wahai Muhammad, terangkan kepada orang-orang kafir perumpamaan kehidupan dunia yaitu laksana air yang Kami turunkan dari langit, lalu dengan air itu itu tumbuh-tumbuhan di atas bukit menjadi subur, kemudian tumbuh-tumbuh-tumbuhan berubah menjadi kering karena hembusan angin. Allah adalah Tuhan yang berkuasa menetapkan kadar ukuran segala sesuatu. Harta dan anak hanyalah perhiasan kehidupan dunia. Melakukan amal shaleh akan mendapatkan pahala yang besar disisi Tuhanmu dan lebih dapat diharapkan kebaikannya.(Al Kahfi 45-46)


Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui (Al ‘Ankabuut 64)


Orang-rang kafir, hanya dapat mengerti kehidupan dunia yang tampak (fisik). Mereka selalu mengabaikan adanya hari akhirat (Ar Ruum 30]7)


Wahai manusia, sesungguhnya janji Allah itu pasti benar. Karena itu, kalian jangan terperdaya oleh kesenangan hidup di dunia. Kalian juga jangan terperdaya oleh tipuan apa pun sehingga melupakan kalian untuk taat kepada Allah (Faathir 5)


Wahai kaum mukmin, mengapa kalian merasa sangat keberatan ketika diperintahkan kepada kalian, “Pergilah berjihad untuk membela Islam? Apakah kalian lebih mencintai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat? Padahal kesenangan dunia hanyalah sangat sedikit jika dibandingkan dengan kesenangan dunia daripada akhirat. (at-Taubah 38)


Sungguh orang-orang yang tiada mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia semata, merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Bagi mereka itu tempat tinggalnya dineraka. Neraka adalah tempat tinggal bagi orang-orang yang berbuat dosa. (Yunus 7-8)


Kehidupan dunia ini bagi orang-orang kafir hanyalah untuk bersenang-senang dan hiburan. Sungguh akhirat adalah tempat kehidupan yang sebenarnya, jika orang-orang kafir mau menyadari di mana tempat kehidupan sebenarnya (QS Al Ankabut [29]64)


Wahai kaum mukmin, kalian menghandaki kekayaan dunia, sedang Allah menghendaki pahala akhirat untuk kalian. (QS Al-Anfal[8]67)


Mereka bergembira dengan keidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu dibandingan dengan kehidupan akhirat hanyalah kesenangan yang sedikit (Ar-Ra’d 26)


Wahai manusia janganlah begitu. Bahkan kalian mencintai kehidupan dunia dan kalian mengabaikan akhirat. (al-Qiyamah 20-21)


Manusia sangat besar cintanya kepada harta (al-Adiyat 8)


Pada hati manusia ditanamkan rasa cinta kepada kelezatan, berupa cinta kepada perempuan, anak-anak, emas dan perak yang berkuintal-kuintal, kuda yang dijadikan tunggangan, hewan ternah dan sawah ladang. Semuanya itu hanyalah kesenangan hidup sementara di dunia. Padahal tempat tinggal yang terbaik bagi manusia hanyalah disisi Allah. Wahai Muhammad, katakanlah, “Wahai manusia, maukah kalian aku beritahukan adanya hal yang lebih baik daripada semua kesenangan dunia ini? Bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah dan bertauhid, mereka akan mendapatkan surga di sisi Tuhannya. Dibawah surga itu mengalir sungai-sungai. Penguni surga kekal di dalamnya dan mendapatkan istri-istri yang suci serta keridhaan dari Allah. Allah Maha Mengetahui semua perbuatan hamba-Nya (ali-Imran 14-15)


Wahai Muhammad, janganlah kamu terpesona oleh kesenangan-keksenangan yang Kami berikan kepada golongan-golongan kafir pencinta dunia. Kesenangan dunia merupakan perhiasan dunia itu Kami jadikan sebagai ujian bagi manusia. Adapun karena Tuhanmu di akhirat kelak jauh lebih baik dan amat kekal (QS. Thaahaa : 20)


Orang-orang kafir jangan beranggapan bahwa kesenangan dunia yang telah kami karuniakan kepada mereka lebih baik bagi mereka. Kesenangan dunia yang telah Kami karuniakan kepada mereka hanyalah men ambah besarnya dosa mereka. Orang-orang kafir akan mendapatkan adzab yang sangat menghinakan mereka di akhirat (QS Ali Imran[3]178)


Dan orang-orang kafir itu bersenang-senang di dunia dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka (QS Muhammad 12)


Para pembesar negeri itu berkata, “Kami adalah golongan yang lebih banyak harta dan anak. Kami tidak akan ditimpa siksa di akhirat. Wahai Muhammad, katakanlah, “Hanya Tuhanku yang memegang kendali rezeki. Tuhankulah yang melapangkan atau menyempitkan rezeki bagi siapa saja sesuai kehendak-Nya. Namun sebagian besar manusia tidak memahami kekuasaan Allah untuk mengendalikan rezeki”. Wahai manusia, harta dan anak-anak kalian sama sekali tidak dapat menjadikan kalian dekat kepada Kami. Orang-orang yang dapat dekat kepada Kami hanyalah orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Di akhirat kelak, orang-orang yang beriman dan beramal shalih akan mendapat pahala berlipat ganda atas amal yang mereka lakukaun didunia. Mereka tinggal dengan aman di tempat-tempat tinggi di surga. (QS Saba; 35-37)


Wahai Muhammad, “Katakanlah; Tuhanku yang melapangkan rezeki bagi hamba-Nya sesuai kehendak-Nya. Harta apapun yang kamu dermakan, pasti Allah akan memberikan gantinya di dunia dan di akhirat. Allah adalah Tuhan sebaik-baik pemberi rezeki QS Saba; 39)


Setiap makhluk yang bernyawa pasti mengalami kematian. Wahai manusia, kalian akan diuji dengan nasib baik dan nasib buruk untuk menguji keiamanan kalian. Kalian kelak pasti dikembalikan kepada Kami (QS Al-Anbiya[21]35)